Jelang Hari Pahlawan, DPP Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku Kie Raha Titipkan Nama A.M. Sangadji kepada Negara sebagai Pahlawan Nasional
Oleh: Aburizal Bahta
Kabid Kebudayaan DPP Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku Kie Raha
Bupolo.com Jakarta - Menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada 10 November 2026, Dewan Pimpinan Pusat, Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku Kie Raha (DPP, Al-MULK), Aburizal Bahta Ketua Bidang Kebudayaan kembali mengangkat pentingnya pengakuan negara terhadap jasa dan perjuangan tokoh asal Maluku, A.M. Sangadji, agar mendapatkan perhatian serius untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, Sabtu (7/November/2026).
Empat hari menjelang momentum bersejarah tersebut, Kabid Kebudayaan DPP Al-MULK, menitipkan satu pesan penting kepada negara: agar perjuangan dan kontribusi A.M. Sangadji dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia tidak dilupakan, melainkan mendapatkan pengakuan yang layak dalam catatan sejarah nasional.
Bagi Bahta, Hari Pahlawan bukan sekadar agenda seremonial tahunan yang diperingati dengan upacara dan penghormatan terhadap para pejuang. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi ruang refleksi untuk membuka kembali lembaran sejarah bangsa, termasuk mengenang tokoh-tokoh dari wilayah timur Indonesia yang memiliki kontribusi dalam perjuangan kebangsaan.
A.M. Sangadji merupakan salah satu tokoh yang namanya patut terus diperkenalkan kepada generasi muda. Perjalanan dan kiprahnya menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa yang perlu ditelusuri, didokumentasikan, serta diwariskan kepada generasi penerus, ucap bahta.
Bahta menilai bahwa pengakuan terhadap tokoh sejarah tidak boleh hanya berpusat pada figur-figur yang selama ini lebih dikenal dalam narasi sejarah nasional. Setiap tokoh yang memiliki jasa dan kontribusi terhadap perjuangan bangsa patut memperoleh perhatian berdasarkan rekam jejak dan bukti sejarah.
"Jangan sampai generasi muda Maluku hanya mengenal Hari Pahlawan sebagai sebuah peringatan tahunan, tetapi melupakan tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi bagi perjalanan bangsa. Nama A.M. Sangadji harus terus diangkat dan diperjuangkan agar mendapatkan pengakuan yang layak dari negara," demikian pesan yang ingin disampaikan melalui momentum ini.
Lebih lanjut, Bahta berharap pemerintah pusat, khususnya kementerian dan lembaga terkait, dapat memberikan perhatian terhadap usulan pengakuan A.M. Sangadji sebagai Pahlawan Nasional melalui kajian sejarah dan mekanisme yang berlaku.
Menurut mereka, penghargaan terhadap jasa seorang tokoh bukan hanya persoalan gelar atau simbol kehormatan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah, identitas, dan kontribusi masyarakat Maluku dalam membangun Indonesia.
Hari Pahlawan dan Tanggung Jawab Generasi Muda
Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2026 hendaknya menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari pengorbanan, keberanian, dan perjuangan panjang para pendahulu bangsa.
Karena itu, Aburizal Bahta selaku Kabid Kebudayaan di Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku Kie Raha, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda Maluku, untuk tidak berhenti merawat ingatan sejarah dan memperjuangkan pengakuan terhadap tokoh-tokoh daerah yang memiliki jasa bagi bangsa.
Sebab, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu merayakan kemerdekaannya, tetapi juga bangsa yang tidak pernah melupakan orang-orang yang telah berjuang untuk mewujudkannya.
Dari Maluku untuk Indonesia, A.M. Sangadji adalah nama yang patut terus diingat, ditelusuri sejarah perjuangannya, dan diperjuangkan pengakuannya sebagai Pahlawan Nasional.


Posting Komentar