Ad

 


Menaker Ajak Mahasiswa Rawat Persatuan dan Keberagaman Indonesia dalam Muktamar KAMMI di Ambon


Ambon, Bupolo.com - Menteri Ketenagakerjaan Prof. Dr. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D. menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan merawat keberagaman sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia. 

Menurutnya, kemajemukan suku, agama, budaya, bahasa, dan tradisi yang tersebar dari Sabang hingga Merauke merupakan kekayaan nasional yang harus disyukuri sekaligus dijaga bersama.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan dalam pembukaan Muktamar ke-XIV Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di kampus UIN A.M. Sangadji, Kota Ambon, Maluku, Jumat (30/10/2026). 

Momentum pelaksanaan muktamar yang berdekatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda dinilainya relevan untuk memperkuat kembali komitmen kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Dalam sambutannya, Menaker mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar, tidak hanya dari sisi wilayah, tetapi juga karena memiliki keragaman sosial dan budaya yang sangat luas. 

Kondisi tersebut menjadi anugerah sekaligus tanggung jawab seluruh elemen bangsa untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia mengajak peserta muktamar untuk memaknai semboyan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan, melainkan prinsip yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dari Sabang sampai Merauke, kita memiliki berbagai macam suku, agama, budaya, bahasa, dan jenis makanan. Namun, kita tetap satu Indonesia. Inilah yang harus kita syukuri dan rawat bersama,” ujarnya.

Menurut Menaker, kekayaan budaya Indonesia dapat dilihat dari beragamnya tradisi, bahasa daerah, pertunjukan seni, hingga kuliner yang berkembang di setiap wilayah. Keragaman tersebut menjadi identitas bangsa yang membedakan Indonesia dari banyak negara lain.

Untuk memperkuat pandangannya, ia turut menceritakan pengalaman pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB), tempat ia menempuh pendidikan sarjana dan magister, sebelum melanjutkan pendidikan doktoral di Amerika Serikat. Pengalaman tinggal dan mengajar di luar negeri selama beberapa tahun memberinya perspektif mengenai kekhasan budaya Indonesia.

Ia menilai, keberagaman tradisi dan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia merupakan aset yang patut dibanggakan. Karena itu, masyarakat tidak seharusnya memandang perbedaan sebagai sumber perpecahan, tetapi sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan bersama.

Lebih lanjut, Menaker mengingatkan bahwa persatuan nasional merupakan sesuatu yang sangat berharga dan tidak boleh dianggap sebagai hal yang sudah pasti terjaga. Menurutnya, keutuhan bangsa membutuhkan kesadaran, komitmen, dan partisipasi aktif seluruh masyarakat.

“Persatuan Indonesia ini mahal harganya. Karena itu, harus kita jaga bersama. Kita tidak boleh membiarkan perbedaan menjadi alasan untuk memecah belah bangsa,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi semangat kolaborasi dan keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dalam kegiatan pembukaan muktamar tersebut. 

Kehadiran paduan suara yang melibatkan umat non-Muslim serta partisipasi berbagai pemangku kepentingan dinilainya sebagai gambaran nyata bahwa persatuan dapat dibangun melalui ruang kebersamaan yang inklusif.

Bagi Menaker, keterlibatan lintas agama dan berbagai unsur masyarakat dalam sebuah kegiatan menjadi contoh penting bahwa semangat kebangsaan melampaui sekat-sekat identitas. 

Nilai toleransi, saling menghormati, dan kerja sama perlu terus diperkuat agar keberagaman menjadi fondasi yang kokoh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat menjadi modal sosial untuk mendorong Indonesia menjadi negara yang semakin maju, besar, dan berdaulat. 

Upaya membangun bangsa, menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam dan pembangunan ekonomi, tetapi juga membutuhkan persatuan serta kepercayaan di antara seluruh komponen masyarakat.

Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai generasi penerus yang akan menentukan arah perjalanan bangsa. 

Melalui forum Muktamar KAMMI, para mahasiswa diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas intelektual dan kepemimpinan, tetapi juga mengembangkan kepedulian terhadap persoalan kebangsaan dan menjaga hubungan harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.

Pesan Menaker itu sekaligus menegaskan bahwa merawat Indonesia merupakan tanggung jawab bersama, tanpa membedakan latar belakang agama, suku, budaya, maupun kelompok sosial. 

Persatuan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, dialog, sikap saling menghargai, dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Dengan semangat yang sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda, Muktamar ke-XIV KAMMI diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi mahasiswa untuk memperkuat komitmen kebangsaan, menumbuhkan semangat toleransi, dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, bersatu, serta berdaulat

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Menaker Ajak Mahasiswa Rawat Persatuan dan Keberagaman Indonesia dalam Muktamar KAMMI di Ambon
  • Menaker Ajak Mahasiswa Rawat Persatuan dan Keberagaman Indonesia dalam Muktamar KAMMI di Ambon
  • Menaker Ajak Mahasiswa Rawat Persatuan dan Keberagaman Indonesia dalam Muktamar KAMMI di Ambon
  • Menaker Ajak Mahasiswa Rawat Persatuan dan Keberagaman Indonesia dalam Muktamar KAMMI di Ambon
  • Menaker Ajak Mahasiswa Rawat Persatuan dan Keberagaman Indonesia dalam Muktamar KAMMI di Ambon
  • Menaker Ajak Mahasiswa Rawat Persatuan dan Keberagaman Indonesia dalam Muktamar KAMMI di Ambon

Posting Komentar