Lawan Kekerasan, Hapus Diskriminasi: Pesan Kader KOHATI HMI Cabang Namlea
Oleh : Ode Anita Bungsu
Kader Kohati HMI Cabang Namlea
Namlea, Bupolo.com - Kader Korps HMI-Wati (KOHATI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Namlea menyoroti pentingnya perlindungan terhadap perempuan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Semangat “Perempuan Berhak Hidup Tanpa Kekerasan, Berhak Bermimpi Tanpa Batasan” menjadi pesan penting dalam mendorong terciptanya lingkungan yang aman, adil, dan menghormati hak-hak perempuan.
Kekerasan terhadap perempuan merupakan persoalan sosial yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat. Berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, psikologis, seksual, maupun ekonomi, tidak hanya mengancam keselamatan korban, tetapi juga dapat menghambat perempuan dalam mengembangkan potensi dan meraih masa depan, Senin (26/Oktober/2026).
Kader KOHATI HMI Cabang Namlea menempatkan isu ini sebagai bagian penting dari perjuangan mewujudkan kesetaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Perempuan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, menyampaikan pendapat, menentukan pilihan hidup, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat.
Perempuan Berhak Hidup Tanpa Kekerasan
Setiap perempuan berhak menjalani kehidupan tanpa ancaman, intimidasi, pelecehan, maupun perlakuan yang merendahkan martabatnya. Karena itu, upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya dibebankan kepada korban, Ucap Ode.
Keluarga, lingkungan pendidikan, masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum memiliki peran penting dalam menciptakan ruang aman bagi perempuan. Selain meningkatkan edukasi dan kesadaran publik, diperlukan pula mekanisme perlindungan yang memadai agar korban dapat memperoleh bantuan dan keadilan.
Masyarakat juga perlu menghindari budaya menyalahkan korban. Sebaliknya, korban harus mendapatkan dukungan, pendampingan, serta kesempatan untuk melaporkan kekerasan tanpa rasa takut terhadap stigma sosial.
Hapus Diskriminasi, Berikan Ruang bagi Perempuan untuk Bermimpi
Selain bebas dari kekerasan, perempuan juga berhak memperoleh kesempatan yang setara untuk mengembangkan kemampuan dan mewujudkan cita-cita. Perbedaan gender tidak seharusnya menjadi alasan untuk membatasi akses perempuan terhadap pendidikan, pekerjaan, kepemimpinan, maupun ruang pengambilan keputusan.
Perempuan memiliki kapasitas untuk menjadi penggerak perubahan di berbagai bidang kehidupan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan nyata agar perempuan dapat mengembangkan potensi, meningkatkan kemandirian, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Di lingkungan mahasiswa, kesadaran mengenai perlindungan hak perempuan perlu terus diperkuat melalui diskusi, edukasi, kampanye sosial, dan gerakan kolektif yang mendorong penghormatan terhadap kesetaraan.
Sebagai bagian dari gerakan mahasiswa Islam, KOHATI memiliki ruang untuk mendorong lahirnya perempuan yang berdaya, berintegritas, dan memiliki keberanian menyuarakan persoalan sosial. Perjuangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perlindungan perempuan, tetapi juga dengan upaya membangun masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan.
Perjuangan yang Membutuhkan Kepedulian Bersama
Pesan “Lawan Kekerasan, Hapus Diskriminasi” harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kesadaran masyarakat perlu dibangun agar setiap bentuk kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan sepele, sementara diskriminasi tidak lagi menjadi penghalang bagi perempuan untuk berkembang.
Perlindungan terhadap perempuan bukan semata-mata isu perempuan, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan kehidupan sosial yang bermartabat. Ketika perempuan memperoleh rasa aman, kesempatan yang setara, dan dukungan untuk berkembang, mereka dapat berkontribusi lebih luas bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Pada akhirnya, setiap perempuan berhak hidup dengan aman, berhak menyampaikan pendapat, dan berhak menentukan masa depannya. Tidak boleh ada kekerasan yang merampas hak tersebut dan tidak seharusnya ada diskriminasi yang membatasi langkah perempuan dalam meraih impian.


Posting Komentar