HMI Cab. Namlea : Sekda Buru Harus Perkuat Birokrasi dan Tata Kelola Pembangunan
Bupolo.com — Ketua Umum HMI Cabang Namlea, Abdulah Fatsey (Afa), menyampaikan selamat atas pelantikan Pak Asis Tomia sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Buru secara definitif pada 16 September 2026.
Menurut Afa, pelantikan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan, bukan sekadar pergantian atau pengukuhan jabatan birokrasi.
“Sekda memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kebijakan kepala daerah dengan kerja birokrasi. Karena itu, ukuran keberhasilannya harus terlihat dari kualitas koordinasi pemerintahan, pelayanan publik, efektivitas program dan kemampuan menyelesaikan persoalan daerah,” ujar Afa.
Ia menilai sedikitnya terdapat empat agenda utama yang perlu diperkuat.
Pertama, reformasi birokrasi berbasis kinerja. Promosi, evaluasi dan pengembangan aparatur harus semakin berbasis kompetensi, integritas dan capaian kerja.
Kedua, perencanaan dan penganggaran berbasis masalah. APBD harus diarahkan pada program yang memiliki indikator, target dan dampak yang dapat diukur, terutama dalam mengatasi kemiskinan, pengangguran, pelayanan dasar dan ketimpangan pembangunan.
Ketiga, penguatan kapasitas fiskal dan ekonomi daerah. Menurut Afa, pemerintah harus mampu mengubah potensi sumber daya daerah menjadi nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat melalui penguatan BUMD, koperasi, UMKM serta sektor produktif lainnya.
Keempat, penguatan koordinasi lintas sektor dan keterbukaan pemerintahan. Sekda harus memastikan OPD tidak bekerja secara sektoral dan pemerintah memiliki ruang dialog yang sehat dengan masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa dan pers.
Afa juga menyinggung persoalan Gunung Botak sebagai salah satu contoh pentingnya tata kelola lintas sektor.
“Gunung Botak jangan hanya dilihat sebagai persoalan tambang dan penertiban. Ada aspek ekonomi masyarakat, lingkungan, hukum dan manfaat fiskal daerah yang harus dibaca secara terintegrasi,” katanya.
Menurutnya, posisi Sekda harus mampu memastikan setiap persoalan daerah diterjemahkan menjadi kebijakan yang berbasis data, hukum dan kepentingan publik.
“Kami berharap Bapak Asis Tomia tidak hanya menjadi pengendali administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi penguat sistem birokrasi agar pemerintah bekerja lebih terukur dan berorientasi pada hasil.”
Afa menegaskan HMI Cabang Namlea akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dan intelektual terhadap kebijakan pemerintah daerah.
“Kami mengucapkan selamat atas amanah baru ini. Pelantikan adalah awal, sedangkan ukuran sesungguhnya adalah kinerja dan manfaat yang dirasakan masyarakat.”


Posting Komentar