Viral Pengadaan 1,8 Juta Kipas Angin untuk KDMP, KODE Indonesia Desak Pemerintah Transparan
Bupolo.com - Jakarta, Rencana pengadaan sebanyak 1,8 juta unit kipas angin untuk Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan nilai anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp1,8 triliun menjadi perbincangan luas di ruang publik.
Besarnya nilai proyek tersebut memicu berbagai pertanyaan mengenai mekanisme pengadaan, spesifikasi barang, hingga dasar perhitungan anggaran.
Ketua KODE Indonesia, Abu Rizal Bahta, menilai pemerintah perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi hal penting mengingat proyek tersebut menggunakan anggaran negara yang fantastis.
"Pengadaan ini di luar nalar masyarakat awam jika melihat harga kipas angin yang beredar di pasaran. Perlu ada penjelasan yang jelas mengenai spesifikasi dan dasar penyusunan anggarannya agar tidak menimbulkan persepsi negative," ujar Abu Rizal kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Ia menambahkan, apabila pemerintah tidak memberikan informasi yang memadai, maka berbagai asumsi dan spekulasi akan terus berkembang sehingga berpotensi mengurangi kepercayaan publik terhadap program-program pemerintah yang sejatinya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Sebagai pemuda, kita yakin program bapak Presiden Prabowo baik untuk kemajuan bangsa, namun dengan pelaksanaan seperti ini kan masyarakat jadi skeptis, bahwasannya ini mau membangun bangsa apa mau niat korupsi lagi?," tambahnya.
Sorotan serupa juga datang dari Komisi VI DPR RI. Dalam rapat kerja bersama Kementerian Koperasi, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mempertanyakan minimnya informasi mengenai proyek pengadaan tersebut.
Menurut Mufti, hingga kini belum terdapat penjelasan resmi mengenai proses pengadaan, spesifikasi produk yang akan dibeli, maupun rincian anggaran yang menjadi dasar nilai proyek.
"Kami mencoba mencari informasi, tetapi belum memperoleh penjelasan dari pemerintah mengenai pengadaan ini. Kami juga mencari informasi kepada pihak terkait, namun belum mendapatkan jawaban yang memadai," kata Mufti dalam rapat kerja.
Sebagai pembanding, Mufti mengaku melakukan penelusuran harga melalui sejumlah platform perdagangan elektronik. Berdasarkan hasil pencariannya, kipas angin dari merek yang umum digunakan masyarakat dijual di toko resmi dengan kisaran harga sekitar Rp338 ribu per unit. Di sejumlah marketplace lainnya, harga produk serupa bahkan ditemukan lebih rendah.
Perbedaan antara harga pasar dengan nilai anggaran proyek tersebut, menurut Mufti, menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk memberikan penjelasan secara rinci mengenai komponen biaya yang digunakan dalam penyusunan anggaran.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi mengenai spesifikasi teknis produk yang akan dibeli, metode pengadaan, pola distribusi, maupun rincian komponen biaya lain yang membentuk nilai anggaran proyek tersebut.
Komisi VI DPR RI menegaskan bahwa transparansi merupakan bagian penting dari prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Karena itu, pemerintah didorong untuk membuka seluruh informasi yang relevan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai rencana pengadaan 1,8 juta unit kipas angin untuk Program Koperasi Desa Merah Putih.
DPR berharap penjelasan resmi pemerintah nantinya dapat menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di masyarakat sekaligus memastikan seluruh proses pengadaan dilaksanakan sesuai prinsip transparansi, efisiensi, akuntabilitas, serta tata kelola pemerintahan yang baik.
Meski polemik terus berkembang, hingga berita ini ditulis belum terdapat penjelasan resmi dari pemerintah mengenai rincian spesifikasi, skema pengadaan, maupun dasar perhitungan anggaran proyek tersebut. Pemerintah diharapkan segera memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.


Posting Komentar