Ad

 


Label “Muda” Dinilai Hanya Jadi Komoditas Politik di Kontestasi BPD Karangasih


Bupolo.com
- Dinamika pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Karangasih mulai memanas. Sejumlah bakal calon ramai mengusung narasi “muda” sebagai identitas utama dalam upaya menarik simpati masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.

Namun, fenomena tersebut mendapat sorotan tajam dari Sekretaris Pemuda Pancasila Desa Karangasih, Mifthahul Rahmat Rizano. Ia menilai penggunaan jargon “muda” oleh para calon sejauh ini masih bersifat simbolik dan belum disertai gagasan konkret yang benar benar menyentuh kebutuhan pemuda desa.

“Hampir seluruh calon BPD saat ini menjual kata ‘muda’ sebagai daya tarik politik. Tetapi ketika kita melihat visi dan misi yang mereka tawarkan, belum terlihat adanya program nyata yang benar-benar merepresentasikan kepentingan dan masa depan pemuda Karangasih,” Ujar Mifthahul saat ditemui di Karangasih. Kamis, (21/05/2026).

Menurutnya, Representasi pemuda tidak cukup hanya diukur dari usia calon atau tampilan kampanye yang mengikuti tren anak muda.

Representasi sejati, kata dia, harus diwujudkan melalui keberpihakan terhadap persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Mifthahul menegaskan bahwa pemuda Karangasih membutuhkan program yang jelas dan terukur, mulai dari pemberdayaan ekonomi kreatif, pembukaan ruang ekspresi dan kegiatan kepemudaan, advokasi ketenagakerjaan lokal, hingga pelibatan aktif pemuda dalam proses pengambilan kebijakan desa.

“Kalau hanya membawa label ‘muda’ tanpa arah perjuangan yang jelas, maka itu hanya menjadi komoditas politik semata. Pemuda jangan hanya dijadikan target suara saat pemilihan, tetapi harus benar-benar dilibatkan dalam pembangunan desa,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan minimnya pembahasan isu kepemudaan dalam visi-misi para bakal calon BPD yang beredar saat ini. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat aspirasi pemuda kembali terpinggirkan setelah kontestasi politik selesai.

Melalui pernyataannya, Mifthahul mengajak seluruh elemen pemuda Desa Karangasih untuk lebih kritis dan selektif dalam menentukan pilihan. Ia menekankan bahwa pemuda harus mulai menilai calon berdasarkan gagasan, program, dan keberpihakan nyata, bukan sekadar slogan kampanye.

“Kita membutuhkan figur BPD yang memahami arah strategis pembangunan pemuda Karangasih ke depan, bukan hanya ikut memakai tren kata ‘muda’ demi meraih suara. Sudah saatnya pemuda Karangasih menuntut substansi, bukan sekadar pencitraan,” Tutupnya.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Label “Muda” Dinilai Hanya Jadi Komoditas Politik di Kontestasi BPD Karangasih
  • Label “Muda” Dinilai Hanya Jadi Komoditas Politik di Kontestasi BPD Karangasih
  • Label “Muda” Dinilai Hanya Jadi Komoditas Politik di Kontestasi BPD Karangasih
  • Label “Muda” Dinilai Hanya Jadi Komoditas Politik di Kontestasi BPD Karangasih
  • Label “Muda” Dinilai Hanya Jadi Komoditas Politik di Kontestasi BPD Karangasih
  • Label “Muda” Dinilai Hanya Jadi Komoditas Politik di Kontestasi BPD Karangasih

Posting Komentar