Foto-foto di Tikungan Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Jadi Sorotan

Tangkapan layar rombongan Arteria Dahlan berhenti dan foto-foto di Tikungan Sitinjau Lauik. (Foto: Suara.com)
Bupolo.com, Minggu, 12 April 2026 — Video rombongan kendaraan yang dikawal mobil patwal polisi berhenti di tikungan jalur Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat, menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video yang beredar, rombongan tersebut terlihat berhenti dan melakukan foto-foto di tengah jalan.
Tindakan itu membuat pengendara lain, termasuk truk-truk besar, terpaksa mengantre untuk melintasi jalur yang dikenal memiliki tikungan curam dan berbahaya tersebut.
Awalnya, video tersebut beredar di Instagram sebelum akhirnya hilang. Namun, rekaman itu kembali viral setelah diunggah di platform Threads oleh akun @joezenzie.
“Kejadian yang tidak masuk akal sekaligus memprihatinkan. Di tikungan terjal dan curam, mereka berhenti hanya untuk berfoto, sementara pengguna jalan yang lain terpaksa menunggu. Sangat membahayakan mereka sendiri & pengguna jalan yang lain. Mirisnya ini dikawal oleh polantas pula. Terpantau salah satunya dengan mobil dengan Nopol BA,” tulis akun tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam rombongan tersebut terdapat politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan. Hal ini dibenarkan oleh Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Andis Anshori.
Namun demikian, Andis menegaskan bahwa personel patwal yang melakukan pengawalan bukan berasal dari PJR Ditlantas Polda Sumbar, melainkan dari Satlantas Polres Solok Kota.
“Yang kawal Polres Solok Kota. (Kejadian) sudah seminggu yang lalu, itu dikawal bukan sama PJR, ya, soalnya orang tahunya PJR,” kata Andis.
Menurut Andis, rombongan tersebut tengah melakukan kunjungan kerja. Meski begitu, ia tidak menjelaskan secara rinci agenda maupun tujuan kunjungan tersebut.
Ia juga menyebut bahwa selain berfoto, rombongan tersebut memiliki agenda berbagi tali asih sekaligus dokumentasi kegiatan. Namun, ia mengakui tindakan berhenti di lokasi tersebut berisiko.
“Iya bahaya, seharusnya yang dikawal paham karena info dari anggota polres, sudah diingatkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andis menyampaikan bahwa peristiwa ini telah menjadi perhatian pimpinan agar tidak terulang kembali, serta tidak ditiru oleh pengguna jalan lainnya.
“Iya itu jadi atensi pimpinan terkait tindakan tersebut,” imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah memberikan arahan kepada seluruh personel terkait pelaksanaan pengawalan, dengan menekankan bahwa pengawalan bukan berarti memberi ruang untuk membahayakan pengguna jalan lain.

Posting Komentar