Dari Jakarta, IMAJAR dan Keluarga Aru Se-Jabodetabek Serukan Perdamaian di Kepulauan Aru
Dalam pernyataannya, IMAJAR dan Keluarga Aru Se-Jabodetabek meminta kepada seluruh pihak terkait, khususnya para tokoh Lembaga Masyarakat Adat (LMA), tokoh pemuda, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum agar segera mengambil langkah-langkah konkret guna menyelesaikan konflik yang terjadi.
Mereka menegaskan bahwa penyelesaian persoalan harus mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan, adat istiadat, serta kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur dan terus dijaga oleh masyarakat Aru hingga saat ini.
“Dalam bingkai persaudaraan Ursia dan Urlima, kami percaya bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah, dialog, dan semangat persatuan. Nilai-nilai tersebut harus menjadi landasan utama dalam mencari solusi atas konflik yang terjadi,” Abraham Opem Ketua Ketua umum Imajar
Selain itu, mereka juga meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru dan Kepolisian Resor Kabupaten Kepulauan Aru untuk berperan aktif dalam memfasilitasi proses penyelesaian konflik melalui jalur mediasi yang mengedepankan asas kekeluargaan dan pendekatan persaudaraan.
Menurut mereka, keterlibatan semua pihak sangat diperlukan agar kedamaian, keamanan, dan keharmonisan dapat kembali terwujud di Bumi Jar Garia.
IMAJAR dan Keluarga Aru Se-Jabodetabek juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu maupun informasi yang beredar terkait peristiwa yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Mereka mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta memperkuat tali persaudaraan dalam bingkai Ursia dan Urlima.
“Mari kita bersama-sama menjaga kedamaian dan persaudaraan. Damai itu indah, dan persaudaraan jauh lebih berharga daripada perpecahan,” tutup Abraham


Posting Komentar