Ad
Ad

Kasus Campak Global Melonjak, Indonesia Peringkat Kedua Tertinggi di Dunia


Bulolo.com
- Lonjakan kasus Campaka kembali terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia yang kini tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus tertinggi kedua di dunia. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius, mengingat campak bukan sekadar penyakit ringan, melainkan infeksi yang berpotensi fatal.

Data tersebut disampaikan dalam webinar bertajuk “Kupas Tuntas Campak: Dari Imunisasi sampai Komplikasi” yang diselenggarakan oleh FK UI dan diikuti secara daring pada Rabu (1/4/2026).

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Hartonk Gunardi, mengungkapkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi peningkatan signifikan kasus campak. Ia mencontohkan Amerika Serikat yang mencatat lebih dari 2.000 kasus sepanjang 2025 angka tertinggi dalam tiga dekade terakhir. Lonjakan serupa juga terjadi di berbagai negara eropa termasuk wilayah yang sebelumnya telah berhasil mengendalikan penyakit tersebut.

Indonesia turut terdampak tren global ini. Sejumlah daerah melaporkan kejadian luar biasa (KLB) campak, dengan angka kasus yang terus meningkat hingga menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia. 

Sementara itu, Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Indri Yogyaswari, menjelaskan bahwa penurunan cakupan imunisasi menjadi faktor utama meningkatnya kasus. Ia menegaskan bahwa cakupan imunisasi campak idealnya mencapai minimal 95 persen guna membentuk Kekebalan Kelompok. Namun, realisasi di lapangan masih belum merata sehingga banyak kelompok masyarakat belum terlindungi secara optimal.

Akibatnya, virus campak menjadi lebih mudah menyebar dan meningkatkan risiko wabah di berbagai wilayah.

Ketua Komnas KIPI, Hinky Hindta Irawan Satari, menegaskan bahwa campak merupakan salah satu penyakit paling menular. Ia menyebutkan bahwa satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lain di sekitarnya—jauh lebih tinggi dibandingkanCovid - 19 yang rata-rata menular ke dua hingga tiga orang.

Selain tingkat penularan yang tinggi, campak juga berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak (ensefalitis), hingga gangguan jangka panjang pada sistem saraf. Dalam kasus tertentu, penyakit ini dapat berujung pada kematian, terutama pada anak-anak, lansia, serta individu dengan penyakit penyerta.

Para ahli juga mengingatkan bahwa campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga dapat menginfeksi orang dewasa, terutama mereka yang belum mendapatkan imunisasi lengkap atau mengalami penurunan daya tahan tubuh. Bahkan, sejumlah tenaga kesehatan dilaporkan turut terpapar saat menangani pasien.

Untuk itu, vaksinasi ditegaskan sebagai langkah paling efektif dalam mencegah penyebaran campak. Selain melindungi individu, imunisasi juga berperan penting dalam membentuk kekebalan kelompok yang mampu menekan penularan virus secara luas.

Masyarakat diimbau untuk segera melengkapi imunisasi serta memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam, batuk, dan ruam. Upaya ini dinilai krusial guna mencegah penyebaran lebih lanjut dan menekan risiko komplikasi yang lebih berat.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kasus Campak Global Melonjak, Indonesia Peringkat Kedua Tertinggi di Dunia
  • Kasus Campak Global Melonjak, Indonesia Peringkat Kedua Tertinggi di Dunia
  • Kasus Campak Global Melonjak, Indonesia Peringkat Kedua Tertinggi di Dunia
  • Kasus Campak Global Melonjak, Indonesia Peringkat Kedua Tertinggi di Dunia
  • Kasus Campak Global Melonjak, Indonesia Peringkat Kedua Tertinggi di Dunia
  • Kasus Campak Global Melonjak, Indonesia Peringkat Kedua Tertinggi di Dunia

Posting Komentar