Diskusi GPI Jakarta Raya Desak Pangdam Jaya Mundur
Bupolo.com – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya menggelar diskusi publik bertajuk “Kasus Andre Yunus: Deteksi Dini vs Jaga Jakarta” di kantor GPI Jakarta yang berada di kawasan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (04/04/2026).
(Ist)
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Abdullah Kelrey (Ketua Bidang Politik dan Keamanan PP GPI), Masyhur Borut (Ketua Bidang Hukum & HAM PP ISMAHI), Maemun (Founder Aktivist Connection), serta Ibrahim Yusuf Fatsey selaku (Ketua GPI Jakarta Raya).
Dalam forum diskusi tersebut, para narasumber menyoroti kasus penyiraman terhadap aktivis Andre Yunus yang dinilai sebagai indikator lemahnya sistem deteksi dini intelijen negara.
Menurut para peserta diskusi, insiden tersebut menunjukkan adanya kegagalan koordinasi serta fungsi pencegahan dari berbagai institusi keamanan dan intelijen di Jakarta.
“Kasus ini memperlihatkan bahwa sistem deteksi dini tidak berjalan maksimal. Baik dari unsur intelijen maupun aparat keamanan di wilayah DKI Jakarta,” Ujar salah satu narasumber dalam forum diskusi.
Beberapa lembaga yang disorot dalam diskusi tersebut antara lain Badan Intelijen Negara wilayah DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, serta Polres Metro Jakarta Pusat yang dinilai belum mampu melakukan langkah antisipatif terhadap potensi ancaman terhadap aktivis.
Selain itu, forum diskusi juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi tegas, di antaranya:
1. Mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mencopot Kapolda Metro Jaya serta Kapolres Jakarta Pusat karena dianggap gagal menjaga keamanan publik.
2. Menilai program keamanan “Jaga Jakarta” yang selama ini digaungkan hanya sebatas lips service tanpa implementasi yang nyata di lapangan.
3. Mendesak Tentara Nasional Indonesia melalui Panglima TNI untuk segera melakukan evaluasi terhadap Pangdam Jaya serta menegaskan agar TNI kembali fokus pada fungsi pertahanan negara.
4. Meminta Kepala Badan Intelijen Negara segera mencopot Kepala BIN Daerah (Kabinda) DKI Jakarta karena dinilai gagal menjalankan fungsi deteksi dini intelijen.
Ketua GPI Jakarta Raya Ibrahim Yusuf Fatsey menegaskan bahwa diskusi ini bukan sekadar forum akademik, tetapi juga bentuk peringatan kepada institusi negara agar lebih serius menjaga keamanan masyarakat dan para aktivis.
Ia juga menyampaikan bahwa GPI Jakarta Raya berencana menggelar aksi dalam waktu dekat sebagai bentuk tekanan moral dan politik terhadap lembaga-lembaga negara agar segera melakukan evaluasi menyeluruh atas peristiwa tersebut.
Diskusi ini menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi kepemudaan dalam mengawal isu keamanan sipil serta perlindungan terhadap aktivis di ibu kota.

Posting Komentar