Ad

 


HMI Jakarta Raya Soroti Kerusakan Hutan Papua


Bupolo.com
– Himpunan Mahasiswa Islam melalui Bidang Lingkungan Hidup menyoroti krisis kerusakan hutan di Papua yang dinilai semakin parah akibat ekspansi industri kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO).

Kabid Lingkungan Hidup HMI Jakarta Raya, Umar Souwakil, menilai model pembangunan di Papua saat ini lebih mengutamakan kepentingan investasi dibanding perlindungan lingkungan dan hak masyarakat adat.

Menurutnya, pembukaan lahan sawit dalam skala besar telah menyebabkan kerusakan hutan primer, hilangnya habitat satwa endemik, konflik agraria, hingga ancaman bencana ekologis seperti banjir dan longsor.

“Papua sedang dijarah atas nama investasi. Hutan ditebang, tanah adat dirampas, sementara masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” ujar Umar dalam keterangannya pada Minggu 10/05/2026.

Ia menegaskan bahwa Papua selama ini merupakan benteng terakhir hutan tropis Indonesia yang memiliki peran penting bagi keseimbangan ekologi nasional maupun dunia.

Namun, kehadiran industri sawit dinilai justru mengubah kawasan hutan menjadi area monokultur yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat serta menghilangkan sumber pangan tradisional mereka.

Selain persoalan lingkungan, HMI Jakarta Raya juga menyoroti polemik pembatasan budaya lokal Papua, termasuk munculnya kontroversi terhadap dokumentasi budaya seperti Pesta Babi.

Umar meminta pemerintah tidak menggunakan pendekatan represif terhadap ekspresi budaya masyarakat adat.

“Negara seharusnya hadir melindungi kebudayaan lokal, bukan membatasi ruang ekspresi budaya atas nama kepentingan tertentu. Budaya harus dipahami secara antropologis, bukan dihakimi sepihak,” katanya.

Secara hukum, HMI Jakarta Raya menilai negara memiliki kewajiban menindak tegas perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran lingkungan, termasuk perusakan kawasan hutan dan pelanggaran AMDAL.

Mereka menilai lemahnya penegakan hukum terhadap korporasi besar menjadi salah satu penyebab terus berlangsungnya kerusakan hutan di Papua.

HMI Jakarta Raya mendesak pemerintah untuk menghentikan eksploitasi hutan Papua yang dinilai merusak ekologi dan mengancam masa depan masyarakat adat.

“Hutan dihancurkan dan budaya lokal mulai dibatasi, maka yang hilang bukan hanya pohon dan tanah, tetapi juga identitas serta masa depan generasi Papua,” tutup Umar.
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • HMI Jakarta Raya Soroti Kerusakan Hutan Papua
  • HMI Jakarta Raya Soroti Kerusakan Hutan Papua
  • HMI Jakarta Raya Soroti Kerusakan Hutan Papua
  • HMI Jakarta Raya Soroti Kerusakan Hutan Papua
  • HMI Jakarta Raya Soroti Kerusakan Hutan Papua
  • HMI Jakarta Raya Soroti Kerusakan Hutan Papua

Posting Komentar