
Kondisi jalan gelap di Buru Selatan akibat lampu jalan tidak berfungsi. Foto: tangkapan layar
Bupolo.com — Keluhan mengenai minimnya penerangan jalan umum di Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Maluku, viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Facebook Bung Epot Latbual, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIT atau satu jam sebelum unggahan tersebut ramai diperbincangkan.
Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa kondisi sejumlah ruas jalan di pusat kota Bursel gelap gulita pada malam hari, bahkan di kawasan strategis seperti depan Kantor DPRD Bursel dan Tugu Kai Wait. Situasi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Tanya dengan nada lembut, kalau masih ada bilang dong, kasih manyala lampu juga, karena rawan kecelakaan,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga menyinggung kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Buru Selatan dalam pengelolaan penerangan jalan. Bahkan, penulis meminta Bupati Buru Selatan, La Hamidi, untuk mengevaluasi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan jika dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya.
Sorotan tidak hanya datang dari masyarakat lokal. Aktivis mahasiswa di Jakarta, Syihab S, turut angkat bicara dan menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai persoalan penerangan jalan merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Penerangan jalan adalah bagian dari pelayanan publik yang menyangkut keselamatan masyarakat. Jika di pusat kota saja masih gelap, ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola,” kata Syihab dalam keterangannya.
Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Buru Selatan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh serta memastikan fungsi penerangan jalan berjalan optimal.
“Pemerintah daerah harus responsif terhadap keluhan warga. Jangan menunggu insiden terjadi baru dilakukan pembenahan,” ujarnya.
Hingga Sabtu siang, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Buru Selatan terkait keluhan yang beredar di media sosial tersebut.
0 Komentar