Bupolo.com - Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, masyarakat Indonesia diminta untuk tetap tenang dan menjaga solidaritas, khususnya menjelang perayaan Idulfitri. Konflik internasional yang terjadi di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk potensi kenaikan harga kebutuhan pokok di dalam negeri.
Ketegangan yang memengaruhi jalur distribusi energi dunia berisiko mendorong lonjakan harga minyak internasional. Kondisi ini berpotensi berdampak langsung pada masyarakat, mulai dari kenaikan harga bahan bakar hingga meningkatnya biaya distribusi barang dan kebutuhan sehari-hari.
Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, mengingatkan pentingnya langkah antisipasi sejak dini agar beban ekonomi masyarakat tidak semakin berat. Menurutnya, meskipun Indonesia tidak berada di pusat konflik, efek domino dari krisis global tetap sulit dihindari.
Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, seperti mendorong efisiensi energi hingga membuka opsi kebijakan pembatasan mobilitas, termasuk penerapan work from home (WFH). Kebijakan ini dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional agar tidak terdampak lebih dalam.
Dari sisi masyarakat, langkah tersebut diharapkan mampu menahan laju kenaikan harga serta menjaga daya beli, meskipun dalam jangka pendek memerlukan adaptasi.
“Langkah preventif menjadi penting agar dampak global tidak langsung dirasakan secara berat oleh rakyat,” ujar Okta dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/03/2026).
Di sisi lain, publik juga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Dalam situasi global yang tidak menentu, arus informasi kerap disertai spekulasi yang berpotensi memicu kepanikan.
Sikap tenang dan rasional dinilai menjadi kunci dalam menghadapi situasi ini. Momentum Idulfitri pun dipandang sebagai perekat sosial yang penting, melalui nilai-nilai saling memaafkan, berbagi, dan mempererat silaturahmi.
“Di tengah dunia yang penuh konflik, Indonesia justru memiliki kekuatan pada persatuan dan kebersamaan masyarakatnya,” tambah politisi Fraksi PAN tersebut.
Lebih lanjut, masyarakat diharapkan dapat memahami kebijakan pemerintah dalam perspektif jangka panjang. Meski tidak selalu nyaman, kebijakan tersebut dirancang untuk melindungi masyarakat dari dampak krisis yang lebih besar di masa depan.
Dengan ketidakpastian global yang masih berlangsung, peran aktif masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nasional. Tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta saling mendukung menjadi fondasi penting agar Indonesia mampu melewati tekanan global.
Lebaran tahun ini pun menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada solidaritas dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

0 Komentar