Ad

 


Antara Simbol Modernitas dan Realitas Infrastruktur Bursel

Ilustrasi kondisi jalan, internet, listrik di Kabupaten Buru Selatan, (Foto: Foto ChatGPT)

Bupolo.com
,–Kehadiran Maxim di Buru Selatan dapat dibaca sebagai upaya mendorong transformasi menuju ekonomi digital. Secara konseptual, layanan berbasis aplikasi memang berpotensi meningkatkan efisiensi transportasi dan membuka peluang ekonomi baru. Namun, dalam pendekatan pembangunan, keberhasilan inovasi semacam ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dasar.

Pertama, aspek energi. Stabilitas listrik yang dikelola Perusahaan Listrik Negara menjadi prasyarat utama bagi berjalannya sistem digital. Pemadaman yang masih terjadi akan langsung mengganggu akses perangkat, konektivitas, dan kontinuitas layanan.

Kedua, jaringan telekomunikasi. Kualitas sinyal yang belum merata menyebabkan aplikasi tidak dapat berfungsi optimal. Dalam perspektif pembangunan, ini menunjukkan adanya digital divide kesenjangan akses teknologi antara wilayah.

Ketiga, infrastruktur fisik. Kondisi jalan yang rusak meningkatkan biaya operasional dan risiko transportasi, sehingga menurunkan efisiensi layanan. Artinya, inovasi digital tetap bergantung pada fondasi fisik yang memadai.

Dari tiga aspek tersebut, terlihat adanya ketidaksinkronan antara kebijakan inovasi dan kesiapan dasar. Dalam teori pembangunan, kondisi ini sering disebut sebagai premature modernization upaya modernisasi yang dilakukan sebelum fondasi utama terpenuhi.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Antara Simbol Modernitas dan Realitas Infrastruktur Bursel
  • Antara Simbol Modernitas dan Realitas Infrastruktur Bursel
  • Antara Simbol Modernitas dan Realitas Infrastruktur Bursel
  • Antara Simbol Modernitas dan Realitas Infrastruktur Bursel
  • Antara Simbol Modernitas dan Realitas Infrastruktur Bursel
  • Antara Simbol Modernitas dan Realitas Infrastruktur Bursel

Posting Komentar